Pengencangan baut atau mur dengan rumus kira-kira

20 June 2010

in Otomotif,Umum

Dalam rangka bongkar pasang mesin,baik mesin mobil, motor atau yang lainnya, pasti tidak lepas dari ritual membuka dan mengencangkan baut atau mur,  telah menjadi kebiasaan, ritual membuka atau memasang baut/mur sering tidak di perhatikan, khususnya ketika pengencangan pada pemasangannya, padahal setiap pengencangan baut/mur ada ketentuannya,  seberapa besar pengencangan, disesuaikan dengan jenis, letak dan fungsi kegunaan mur/baut tersebut dan biasanya torsi pengencangan baut/mur telah ditetapkan dan dapat kita ketahui pada buku manual yang disertakan ketika kita baru membeli mobil atau motor. sehingga untuk pengencangan tersebut kita membutuhkan alat khusus yang biasa disebut kunci momen, untuk bengkel bengkel besar mungkin kunci tersebut tersedia, namun untuk kita yang tidak memiliki kunci tersebut kayanya masih bisa untuk mengencangkan baut/mur sesuai dengan ketentuan hanya dengan bantuan kunci seadanya ditambah sedikit rumus, walaupun hasilnya tak 100% namun setidaknya bisa mendekati.

Rumus tersebut ditemukan secara iseng iseng aja, karna ketepatannya tidak 100% maka saya kasih nama rumus kira-kira, rumus kira kira ini saya dapat dari sample pengencangan momen pada busi, dari hasil percobaan, pengencangan busi dengan diameter 10mm membutuhkan momen pengencangan 1,0~1,2 kg/m saya lakukan dengan mengencangkan busi oleh tangan sampai batas maksimal busi tidak dapat diputar oleh tangan, kemudian dilanjutkan pengencangan nya  dengan bantuan kunci busi, nah untuk mendapatkan torsi pengencangan sebesar 1,0~1,2 kg/m kunci busi hannya perlu diputar 1/4 sampai 1/2 putaran atau 90 sampai 180 derajat putaran, percobaan diatas hanya dapat dilakukan dangan syarat keadaan alur busi, mur/baut masih dalam kadaan baik.

Dari percobaan diatas maka di dapat hitungan seperti di bawah:

P= 150 x T

Keterangan:    P = jumlah putaran yang di lakukan setelah pengencangan sampai maksimal oleh tangan. T= torsi pengencangan mur/baut yang di tentukan, satuannya kg/m.

150 didapat dari percobaan sample di atas dengan rumus  L1/T1=L2/T2 dimana L1= percobaan dengan sample 1.2 kg/m = 1/2 putaran=180 drajat putaran setelah pengencangan baut/mur oleh tangan semaksimal mungkin. maka L1= 1/2 putaran=180 derajat.   T1= 1.2 kg/m(torsi pengencangan yang telah diketahui, dan 1,2 kg/m diambil jadi contoh untuk percobaan diatas).

L2=P= jumlah putaran yang di lakukan setelah pengencangan sampai maksimal oleh tangan.

T2=T=torsi yang akan dirubah  menjadi banyaknya putaran.

Maka sudah diketahui : L1= 180 drajat, T1 = 1,2 kg/m, L2 = P, T2=T

L1/T1=L2/T2  =>  180/1,2=P/T    =>   150 = P/T     =>    P= 150 x T

Contoh soal :   Sebuah busi motor memiliki torsi pengencangan 1,2 kg/m. maka berapa putaran kunci busi setelah pengencangan oleh tangan dengan maksimal.

Jawab  :    P = 150  x  T =>   Diketahui  T = 1,2  kg/m  => maka  P = 150  x  1,2

=>    P = 180 drajat =  1/2 Putaran

Perlu diketahui :    180 drajat = 1/2 putaran,  90 drajat = 1/4 putaran,  360 drajat= 1 putaran  dan seterusnya.

Maka arti dari hasil diatas adalah :   kencang kan busi dengan tangan sampai maksimal kemudian teruskan dengan bantuan kunci busi dan kencangkan sebanyak  180 drajat atau setengah putaran.

Contoh pengencangan baud / mur  pada  motor supra berdasarkan rumus di atas.

Oil drain bolt ( baud penguras oli ) mempunyai torsi 2,5 kg/m  maka hasil perhitungan dengan rumus di atas  =  375 drrajat =  1 + 15 drajat putaran setelah dikencangkan maksimal oleh tangan.

Tutup tapet : torsinya = 1.2 kg/m maka =  180 drajat = 1/2 putaran.

Mur penguncu tapet : torsinya = 0.9 kg/m maka = 135 drajat = 1/4 + 45 drajat putaran.

Dan lainnya coba hitung sendiri, semoga berman fa’at dan bisa di mengerti,

Jika menemui kesalahan rumus diatas sekiranya bisa diperbaiki, maklum coba-coba, tapi selama ini saya gunakan hitungan di atas dan hasilnya ga beda jauh dangan menggunakan kunci momen.

TAMAT

Leave a Comment

[+] kaskus emoticons nartzco

Previous post:

Next post: